Selasa, 19 November 2013

tetap tidak menaruk dendam walau sering di cerca media Katrina Kaif aku tambah ngefans kamu



Katrina Kaif: Lain Kali Ingatkan Kalau Bikiniku Gak Matching

Meski fotonya saat memakai bikini mendapat cercaan media dan masyarakat India, namun Katrina Kaif menyatakan bahwa ia tidak menaruh dendam kepada media yang sudah menyebar luaskan foto pribadinya itu.

"Aku rindu kalian semua. Apakah aku terlihat marah? Banyak orang menanyakan hal ini, tetapi aku hanya merasa sakit hati dan marah saat itu. Setelahnya ya sudah, tidak marah lagi," ujar Katrina.

Selain mengaku tidak marah, Katrina malah meminta saran kepada media agar lain kali ia tidak salah memilih warna bikini. Setidaknya kalaupun ia tertangkap kamera saat pakai bikini, warnanya matching.




"Aku sakit hati tapi aku juga belajar kalau lain kali tolong berikan aku peringatan dan saran. Aku akan memakai bikini yang matching, secara merah dan putih tidak match sama sekali, aku tahu itu," lanjut Katrina.

Kasus bikini Katrina saat liburan di Ibiza, Spanyol bersama Ranbir Kapoor sempat membuat Katrina jadi bulan-bulanan media di India. Meski sudah liburan bersama, namun hingga saat ini Katrina mengelak kalau punya hubungan khusus dengan Ranbir.Foto Katrina saat memakai bikini di Ibiza @apunkachoice.com

Gagal Maneh Gagal Maneh



DAKWAH FC LAGI-LAGI KALAH
               

            Pemain Dakwah Fc (baju Hijau) waktu di tarik bajunya sama pemain Syariah Fc (baju hitam)




Lagi lagi kalah, Dakwah Fc gagal memanfaatkan keunggulan 1-0 di babak pertama, berawal dari kesalahan bek Syariah Fc yang membuang bola sehingga Dakwah Fc mendapatkan tendangan sudut, dan tidak di sia siakan tendangan sudut tersebut dengan tandukan kepala pemain Dakwah Fc yang bernomor Punggung 11 sehingga tercetaklah GOL di menit 21 dan di menit 31 Dakwah Fc hampir saja menambah ke unggulan apabila tendangan bebas si nomor 11 tidak di tepis kiper Syariah sehingga bola membentur tiang gawang dan skor tetap bertahan 1-0 di babak pertama.


Babak kedua di mulai dan menit 46 hujan pun mulai turun sehingga pemain Dakwah Fc mulai drop dan pertandingan mulai di kuasai pemain syarih Fc, di menit 60 pemain syariah mendapatkan tendangan bebas karena kesalahan bek tengah dakwah Fc yang menjatuhkan pemain syariah Fc, kesempatan pun tidak di sia siakan oleh pemain syariah Fc dan GOL di cetaknya di menit 62 permainan mulai memanas sehingga mulailah permainan keras, tapi untung saja pemain dakwah Fc bisa mengatur emosi sehingga kebanyakan pemain Syariah Fc kena kartu kuning. Dan di ahir ahir pertandingan dakwah fc kena serangan balik dan GOL syariah unggul 2-1


Dengan hasil tersebut, Dakwah Fc semakin terpuruk di dasar klasemen sementara karena di pertandingan sebelumnya Dakwah Fc juga menelan kekalah 2-1 atas Usuludin Fc.



by Abil

Senin, 28 Oktober 2013

luna maya sek seneng Ariel Terus kapan nikah????



Luna Maya mengakui kalau saat ini sudah menganggap Ariel NOAH layaknya seorang kakak. Meski demikian, sepertinya rasa cintanya ke Ariel belum sepenuhnya hilang.

Hal itu terungkap saat gadis 30 tahun itu ditanyakan apakah masih ada kemungkinan untuk kembali menjalin hubungan serius seperti dahulu. Apa jawaban Luna?

"Namanya jodoh kita kan enggak pernah tahu ya. Kalau sekarang saya bilang begini, enggak tahu ke depannya bagaimana," kata Luna sambil tersenyum di Ancol, Jakarta Utara, Senin (21/10).

 Kami sudah jadi sahabat ya. Maksudnya aku dan Ariel bisa (saling) cerita apa saja. Kaya dia cerita kehidupan dia, kaya aku cerita kehidupan aku," jelasnya.
Makanya meski sudah tidak memiliki hubungan yang spesial, Luna masih tetap menjaga tali silaturahmi dengan Ariel, walaupun sudah tidak intensif seperti dahulu. "Lancar sih enggak, bukan kemudian (komunikasi) setiap hari, tetapi bisa ngobrol apa aja. Misal hei apa kabar, kaya abang-adik," pungkasnya.

Himaprodi BPI Datangkan Juri E-Comp dari USA








Himpunan Mahasiswa Prodi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa Inggris sukses menggelar Jatim English Competition (E-comp) 2013 Kamis (24/10). Acara ini melibatkan Juri Tamu, Jameela dari negeri Paman Sam, USA, untuk babak Final Speech Contest dan English Teacher Fellowship yaitu Jennifer Kim, M.TESOL untuk seminar Integrasi Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Inggris.

Kegiatan ini didahului dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Syaiful Jazil, M.Ag dan secara resmi dibuka oleh Prof.Achwan Muhtarrom selaku perwakilan dari rektorat IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Penyelenggaraan Jatim E-comp 2013 tahun ini menjadi lebih istimewa karena tahun ini perlombaan dilaksanakan tidak hanya di lingkungan mahasiswa dan siswa SMA saja, namun Jatim E-comp 2013 juga mengadakan lomba bagi siswa SMP dan SD.

Selain itu, dengan mengadakan seleksi rayon, maka jumlah peserta yang mengikuti perlombaan kali ini jauh lebih banyak dan lebih berkualitas. Kategori perlombaan untuk kalangan mahasiswa adalah Bazaar Competition, sedangkan kompetisi yang di selenggarakan untuk tingkat pelajar adalah Speech Contest di tingkat SMA/MA se Jawa Timur dengan total jumlah peserta 200, English Olympiad di tingkat SMP/MTs se Jawa timur dengan jumlah peserta 450 dan Story Telling di tingkat SD/MI se Jawa Timur dengan jumlah peserta 80. Rayonisasi dilakukan serentak di empat titik yang merupakan kota-kota besar di Jawa Timur meliputi Surabaya (SMPN 13 Surabaya), Lamongan (SMPN 1 Babat), Kediri (MTsN 2 Kediri), dan Pamekasan(SMPN 2 Pamekasan) pada tanggal 20 Oktober 2013.

Selain beberapa kompetisi yang diadakan, panitia Jatim E-comp juga memberikan fasilitas bagi para guru pendamping peserta yakni Seminar Nasional. Seminar tersebut dihadiri oleh pembicara ahli yang berasal dari English Teacher Fellowship yaitu Jennifer Kim, M.TESOL yang membahas tentang integrasi budaya dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Dari total 730 peserta Speech Contest, English Olyimpiad, dan Story Telling, masing-masing diambil 5 pemenang yang terdiri dari Juara I, II , III, Harapan I, dan Harapan II. Berikut daftar nama pemenang Jatim English Competition 2013:

Daftar pemenang lomba Speech Contest Tingkat SMA/MA se Jawa Timur:
Juara I : Silvi Wulan Sari ( SMA Wachid Hasyim 2 Taman)
Juara II : Ali Ridlo ( SMA Nurul Jadid )
Juara III : Zainur Ratna Savitri ( SMA Unggulan DU 2 Al-Fattah Jombang )
Juara Harapan 1 : Tria Rahayuningtyas ( SMAN 1 Sidayu)
Juara Harapan II : Ika Novita Andriyani ( MAN 2 Gresik )




Daftar Pemenang English Olympiad tingkat SMP/MTs se Jawa Timur:
Juara I : M. Bagus Fathkur Ridlo ( Mts Negeri Nganjuk)
Juara II : Bella Sayyidatul Liulinnuha ( Mts Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik)
Juara III : Calcarina Nira Pramesthi ( SMPN 3 Sidoarjo )
Juara Harapan 1 : Amelia Asmarani ( SMPN 1 Lamongan)
Juara Harapan II : Ni Made Safira Maharani ( SMPN 1 Babat)




Daftar Pemenang Story Telling tingkat SD/MI se Jawa Timur:
Juara I : Almira Rizka Priandita ( SDN 2 Sukomulyo Gresik)
Juara II : Nur Fadhila Azzahra ( SD Irada “ Full Day Education”)
Juara III : Alfa Fakhrur Rizal Zaini ( SD Muhammadiyah 26 Surabaya )
Juara Harapan 1 : Nida Khofiya Firdausi (MIN Medokan Ayu Rungkut)
Juara Harapan II : Athiyya Putri Nararya ( SD Kauman 1 Malang )


Selain mendapatkan trofi, para pemenang juga mendapatkan Total hadiah Uang tabungan sebesar 10 JUTA rupiah dan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, Rizka Safriyani, M.Pd. dan Penanggung Jawab Jatim English Competition 2013 yakni Hilda Izzati Madjid, M.A dalam penutupan acara yang berlangsung meriah di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LPPM IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 18 – 20 Oktober 2013 kemaren mengadakan workshop Islam dan Gender dalam Pemberdayaan Masyarakat, di hotel Royal Tretes View, Tretes Pandaan Pasuruan. Dihadiri oleh Bapak Direktur Pendidikan Tinggi Islam ( DIKTIS) KEMENAG RI, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA yang memberikan pengarahan tentang urgensi perspektif gender dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, pasca kebijakan Ortaker baru,



dimana Pusat Studi Gender dan Anak secara struktural telah setara dengan Pusat Penelitian dan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Menurutnya Pusat Studi Gender dikembangkan untuk optimalisasi seluruh potensi SDM bangsa menjadi bangsa yang maju, dan optimalisasi peran mereka dalam era bonus demografi di tahun 2040 ke depan. Diperlukan Eksplorasi tentang keunggulan pandangan, sikap, dan tradisi masyarakat muslim Indonesia yang merefleksikan keadilan gender, serta menjelaskan latar belakang sosio psikologis fenomena bias gender. Oleh karena itu kajian-kajian untuk merumuskan pola pembinaan dan penyiapan SDM bangsa yang tidak bias gender, dengan fokus peningkatan pengetahuan dan keahlian, serta penelitian-penelitian Research and Development dan juga model- model action research sangat penting.


Workshop ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Wakil Dekan III, tim PSGA , dosen dan kelompok kerja (POKJA) SILE, dibuka oleh ketua LPPM IAIN Sunan Ampel Surabaya Dr.H.M.Fatoni Hasyim, MA. Menurut Ketua PSGA, Lilik Hamidah, M.Si output workshop ini bisa dicapai dengan baik, karena diakhir kegiatan telah terumuskan pola integrasi gener dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat (tim PSG).

guru kesayanganku membahas keilmuan di KPI


Pergulatan Keilmuan Dakwah Kpi







Luluk Fikri Zuhriyah (salah satu dosen kesayangan saya)
Dosen Fakultas Dakwah IAINSA

Dua hari mengikuti seminar nasional penguatan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Konferensi International agama dan televisi di Indonesia: etika dan problematika dakwahtainment, di Yogyakarta, memperoleh banyak wawasan diantaranya adalah terkait dengan eksistensi keilmuan KPI, jejaring prodi KPI se Indonesia, dan inspirasi pengembangan jurnal prodi Komunikasi Islam milik KPI IAIN Sunan Ampel tercinta ini.


Pembahasan keilmuan KPI seolah tiada henti seiring dengan dinamika pembahasan persoalan dakwah sebagai ilmu. Sebab cikal bakal keilmuan KPI saling berkelindan dengan keilmuan dakwah. Beberapa orang yang masih menyangsikan dakwah sebagai sebuah ilmu, namun diakui atau tidak, bahwa dakwah telah diakui sebagai sebuah keilmuan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) tahun 1982. Tentunya pergulatan ini melalui proses yang cukup panjang dan memeras pikiran. Beberapa tahapan telah dilalui oleh dakwah untuk mendapatkan statusnya sebagai ilmu, yaitu tahap konvensional atau tradisonal, dimana dakwah hanyalah kegiatan kemanusiaan untuk mengajak orang berbuat baik. Kemudian tahap sistematis, dimana ia telah dikaji dalam forum seminar, diskusi ilmiah, sarasehan. Dan tahap ilmiah, yaitu dakwah telah tersusun sebagai ilmu yang memenuhi syarat-syarat objektif, metodik, dan sistematik, setelah melalui tahap sebelumya.


Proses perkembangan yang positif membuat ilmu dakwah semakin hari semakin established. Ini dapat dilihat dari tahun ke tahun ilmu dakwah mendapat sambutan dan pengakuan dari masyarakat, walaupun dari sisi usia keilmuan dakwah tegolong muda. Khusus untuk Indonesia, pengakuan ini pertama kali dapat dilihat dengan dibukanya jurusan dakwah pada fakultas yang berada dalam naungan PTAIN maupun PTAIS di seluruh Indonesia baik tingkat S1 mapun S2.


Demikian halnya dalam seminar ini, proses peneguhan eksistensi keilmuan dakwah KPI telah terjadi. Pembahasan seputar filosofi keilmuan KPI hangat disikusikan, sesekali ada kebingunan juga, namun yang penting menurut narasumber adalah “changing and changing”. Tidak apa-apa bingung, itulah hakikat proses sebuah keilmuan yang tidak pernah berhenti untuk difikirkan.


Salah satu hal penting yang dapat merefresh pikiran peserta seminar, adalah terkait dengan upaya penajaman keilmuan KPI. Keilmuan KPI menurut narasumber dari UGM, dapat dikupas melalui tiga domain kajian, pertama konteks keilmuan “ komunikasi” kedua, sub domain komunikasi yakni “penyiaran,” serta ketiga Islam sebagai warna nilai yang menjiwai dan memandunya. Penyiaran sendiri merupakan bentuk sub-bidang dalam proses komunikasi massa yang menggunakan media audio dan visual dengan implikasi yang spesifik dalam kaitan dengan efek pada audiencenya. Jika keduanya digabungkan, beberapa pertanyaan sentralnya adalah apakah memang kajian KPI dimaksudkan mengkaji domain komunikasi dengan tekanan spesifik lebih menyoroti kajian penyiaran? Ataukah dua-duanya menjadi fokus kajian dengan interest yang sama? Bagaimana nilai keislaman diinternalisasikan sebagai nilai inti dalam proses tersebut?


Inilah yang menjadi pemikiran kita bersama sebagai pemerhati KPI. Sebagai sebuah keilmuan, KPI yang kepanjangannya Komunikasi dan Penyiaran Islam menurut penulis, mengandung dua aspek yang sekaligus menunjukkan ranah kajiannya yaitu komunikasi dan penyiaran Islam. Komunikasi bila dikaitkan dengan keilmuan komunikasi meliputi beberapa level, dari interpersonal sampai kelompok. Penyiaran identik dengan komunikasi massa. Dengan demikian jika kita kembali pada obyek kajian dakwah yang juga merupakan realitas obyek kajian KPI yang terdiri dari subyek, mitra, pesan, media dan efek dakwah maka sub domain komunikasi interpersonal, kelompok dan massa, juga tidak dapat diabaikan dalam melihat realitas obyek kajian KPI. Internalisasi nilai keislamanpun harus nampak didalamnya.


Setuju atau tidak setuju, hal ini merupakan proses untuk meneguhkan KPI sebagai salah satu pembidangan keilmuan yang ada dalam keilmuan dakwah. Untuk itu sambil menyelam minum air, sambil tetap meneguhkan keilmuan dakwah KPI kita tingkatkan beberapa hal yang digunakan untuk meningkatkan eksistensi KPI, dengan mengembangkan konsentrasi, menunjukkan excellensinya, serta meningkatkan sarana prasarana untuk memajukannya. Beberapa Fakultas Dakwah PTAI, telah membuka konsentrasi yang beragam untuk mewujudkannya misalnya, konsentrasi public speaking, jurnalistik, broadcasting, public relations, berada dibawah naungan KPI.


Selain itu KPI telah mempunyai FORKOPIS (Forum Komunikasi dan Penyiaran Islam) sebagai wadah untuk komunikasi, akselerasi dan penguatan serta pemberdayaan Jurusan KPI yang dibentuk tahun 2008 dan dikukuhkan kembali tanggal 9 Oktober 2013. Forum ini mendedikasikan perhatiannya pada upaya memfasilitasi dan mengordinasikan Jurusan KPI se-Indonesia dalam pengembangan keilmuan dan profesi. Hal ini juga merupakan daya dukung terhadap eksistensi KPI.


Satu hal lagi, adalah dorongan adanya jurnal jurusan KPI terakreditasi. Jurnal Komunkasi Islam milik KPI IAIN Sunan Ampel Surabaya, disebut sebut sebagai jurnal yang dapat menuju kesana, karena tidak banyak jurusan KPI yang mempunyai jurnal ilmiah. Oleh karena itu salah satu penyunting ahli menginginkan agar Jurnal Komunikasi Islam bekerjasama dengan FORKOPIS dapat dilakukan sehingga mempunyai nilai lebih sekaligus menjadi tren pilihan penulis-penulis dakwah KPI menuangkan karyanya.


Untuk merealisasikan itu, tentu butuh dukungan dari pengelola dan pimpinan. Seminar tersebut cukup memberikan inspirasi bagi pengelola institusi terkait serta menjadi pencerahan bagi pemerhati dakwah. Semoga ke depan KPI lebih eksis dalam mengawal keilmuan dakwah serta menghasilkan outcomes yang berkualitas. Amin.
gis antropologis sangat penting untuk mengeksplore realitas Islam dan lebih memungkinkan kita untuk mendapatkan data secara holistik dan alamiah.

Minggu, 27 Oktober 2013

Kisah Cinta Shahrukh Khan dan Gauri, Romantis Banget!

Kisah Cinta Shahrukh Khan dan Gauri, Romantis Banget!


1. Pandangan Pertama



Shahrukh Khan dan Gauri pertama kali bertemu pada tahun 1984. Saat itu mereka masih berstatus sebagai pelajar sekolah. Hampir mirip adegan film India, mereka bertemu saat ada pesta dansa di sekolah.

Shahrukh Khan berada di sisi pria, dan Gauri di sisi wanita. Mereka diwajibkan untuk memilih pasangan untuk berdansa dan Shahrukh Khan memilih Gauri untuk menjadi pasangan dansanya.

Di situlah cinta Shahrukh Khan pertama kali bersemi. Shahrukh Khan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Gauri. Tetapi cinta masa muda itu tidak berjalan dengan mulus, kenapa?


2. Ditolak
Saat pesta dansa berlangsung, Shahrukh Khan yang sudah terpesona pada pandangan pertama, meminta tolong kepada seorang teman untuk menyampaikan pesan kepada Gauri. Intinya adalah meminta Gauri untuk berdansa dengannya.

Namun sayang, permintaan Shahrukh Khan ditolak oleh Gauri. Ia lebih memilih untuk berdansa dengan lelaki lain. Tetapi Shahrukh Khan tidak patah semangat...

3. Menipu




Tidak hanya menolak ajakan Shahrukh Khan untuk berdansa, Gauri juga berbohong kepada Shahrukh Khan apakah ia sudah punya pacar atau belum.

Karena tidak tertarik kepada Shahrukh Khan, Gauri menyatakan kalau ia sudah punya pacar dan sedang menunggu jemputan. Tapi, lagi-lagi Shahrukh Khan pantang menyerah.

Setelah dikorek-korek, sekian lama akhirnya ketahuan kalau ternyata yang selama ini dimaksud sebagai pacar oleh Gauri adalah kakak lelakinya.

Shahrukh Khan terus mendekati Gauri dan menyatakan kalau ia juga mau jadi kakak bagi Gauri. Sebuah langkah yang cukup jitu untuk menaklukkan hati sang pujaan.






4. Backstreet




Perjuangan Shahrukh Khan yang tidak kenal lelah, membuat Gauri luluh juga. Akhirnya ia menerima cinta Shahrukh Khan, namun mereka menutup hubungan itu dari publik.

Kisah cinta Gauri dan Shahrukh Khan tidak tercium oleh siapapun sampai lima tahun lamanya. Pasangan ini sangat rapi menyimpan kisah asmara keduanya.

Ada banyak alasan mengapa mereka menutup kisah asmara itu. Salah satunya adalah karena mereka takut ketahuan oleh kakak Gauri.







5. Tak Direstui

Bertahun-tahun menjalin cinta, menyembunyikan dari banyak orang, tetapi tetap ada yang harus dan wajib dihadapi. Ya, orang tua Gauri.

Hubungan itu ditentang oleh orang tua Gauri karena mereka berbeda agama. Shahrukh Khan adalah seorang muslim, sementara Gauri beragama Hindu.

Pada awal bertemu dengan orang tua Gauri, Shahrukh Khan sempat mengaku beragama Hindu agar orang tua Gauri yang berasal dari kasta Brahmana menerimanya.







6. Luluh


Meyakinkan orang tua, apalagi jika perbedaan yang mereka hadapi adalah masalah prinsip, tentu bukan hal yang mudah. Namun Shahrukh Khan mencari dan terus mencari cara agar orang tua Gauri setuju dengan hubungan mereka.

Akhirnya, setelah bertahun-tahun, orang tua Gauri pun luluh dengan kegigihan Shahrukh Khan dalam mempertahankan cintanya kepada putri mereka. Mereka pun memberi restu kepada Shahrukh Khan untuk berhubungan dengan putrinya.


7. Posesif




Orang tua sudah setuju, jalan sudah mulus. Tetapi ternyata masalah belum selesai. Dan kali ini masalah datang dari Shahrukh Khan sendiri. Merasa sudah memiliki Gauri, Shahrukh Khan menjadi sangat protektif. Ia sangat posesif kepada Gauri, dan menjadi sensitif terhadap apapun yang Gauri lakukan.

Hal itu membuat Gauri merasa tertekan, dan ia memutuskan untuk 'istirahat' sejenak dari hubungannya. Dan Gauri memutuskan untuk pergi bersama teman-temannya tanpa berpamitan kepada Shahrukh Khan.

Tentu saja hal itu membuat Shahrukh Khan panik. Ia menceritakan kejadian itu kepada ibunya dan sang ibunda memberinya uang untuk mencari Gauri dan membawanya pulang.

Shahrukh Khan tahu bahwa Gauri suka pantai. Jadi ia mencari dari satu pantai, ke pantai yang lain. Sampai pada akhirnya ia menemukan Gauri di pantai Aksa.

Saat melihat kekasihnya datang, Gauri menangis, Shahrukh Khan pun menangis. Akhirnya Gauri menyadari betapa dalam cinta Shahrukh Khan kepada dirinya. Kejadian inilah yang membuat Gauri mantap untuk memilih Shahrukh Khan sebagai teman hidupnya.






8. Akhirnya...




Pernikahan mereka akhirnya digelar dan tidak ada ganjalan dari pihak keluarga. Pasangan ini menikah menggunakan tata cara Hindu pada 25 Oktober 1991.

Pernikahan yang sudah berjalan selama 22 tahun itu bukan tanpa hambatan. Shahrukh Khan pernah digosipkan terlibat affair dengan Priyanka Chopra, namun hal itu tidak menggoyahkan rumah tangganya bersama Gauri.

Pasangan ini pun sempat membuat geger publik karena memutuskan untuk memakai jasa ibu pengganti untuk proses kelahiran anak ketiga mereka, AbRam.

Lika-liku romantika Shahrukh Khan dan Gauri kini menjadi kisah cinta yang diteladani di India. Mereka adalah salah satu pasangan yang menjadi panutan karena berhasil bertahan selama puluhan tahun dan tetap mesra. Happy Anniversary SRK dan Gauri!


CANTIK PUNYA SEGALANYA KORUPSI

CANTIK PUNYA SEGALANYA KORUPSI kurang apa coba ??????


Angelina Sondakh (Angie), salah satu pelaku korupsi dari sekian banyak nama politisi yang tersandung kasus hukum karena uang. Tidak tanggung-tanggung, Angie langsung didakwa dengan dua kasus sekaligus yakni, kasus korupsi Kementerian Pendidik Nasional dan korupsi Wisma Atlet.

Angie tergolong pelaku korupsi yang berusia relatif muda. Mantan Putri Indonesia jebolan 2001 ini akhirnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 3 Februari 2012.

Istri dari mantan Almarhum Adjie Massaid ini terjun ke politik lewat Partai Demokrat. Dia berhasil masuk sebagai anggota DPR periode 2009-2014.

Karir politik wanita kelahiran 28 Desember 1977 ini terbilang cukup mulus. Angie menjadi sekretaris pemenangan dari Anas Urbaningrum saat kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu. Angie berada satu tim kala itu bersama terpidana korupsi Wisma Atlet, M Nazaruddin.

Dari sinilah karir politik Angie mulai melonjak. Saat Anas berhasil dan memenangkan kongres sehingga menjadi orang nomor satu di Demokrat, Angie langsung duduk di jabatan strategis DPP, yakni wakil sekretaris jenderal bersama loyalis Anas lainnya, Saan Mustopa.

Kedekatan dengan Anas sebagai ketua umum dan Nazaruddin sebagai bendahara umum ini memang membuat karir politik Angie melejit. Namun sayangnya, perkenalan ini juga yang membuat karir politik dara cantik asal Manado ini berakhir.

Pada akhirnya, kubu Anas mulai goyah ketika Nazaruddin diketahui menjadi makelar proyek di DPR. Nazar yang juga tergolong politisi muda ini pun ditetapkan sebagai tersangka yang sama dengan Angie, yakni korupsi Wisma Atlet.

Kasus ini yang membuat Angie terpuruk di politik, Nazar yang sudah ditangkap KPK, tak henti-hentinya menyerang Angie dan Anas Urbaningrum. Seolah tak ingin terjerembab sendiri, Nazar menyebut Angie juga ikut bermain dalam korupsi Wisma Atlet demi memenangkan Anas Urbaningrum dalam kongres 2010 lalu.

Akhirnya, KPK pun menetapkan Angie sebagai tersangka dan mendakwa Angei dengan pasal gratifikasi. Setelah menjalani pemeriksaan dan persidangan di pengadilan Tipikor, Majelis Hakim menuntut Angie karena terbukti menerima janji hadiah yang tercantum dalam Pasal 5 aAat 2, Pasal 11 atau Pasal 12 huruf A UU No 32 tahun 99. Serta menyatakan Angie terbukti menerima uang Rp 2,5 miliar dan USD 1,2 juta atau setara dengan Rp 14,5 miliar.

Angie terbukti menggiring anggaran poyek Wisma Atlet Sea Games di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mantan anggota Komisi X DPR ini akhirnya divonis 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 250 juta.

Setahun kemudian, Angie pun dipecat secara tidak hormat sebagai anggota DPR dan Politikus di partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
[dan]