Jumat, 25 Oktober 2013

Sosok Seorang Ibu Sebenarnya




“Ibu mana yang tidak ingin putra-putrinya berhasil kelak. Bisa bercerita tentang kesuksesan anaknya dan membanggakan anaknya. Tetapi, apa yang ibu minta sedari kamu masih dalam perut bukanlah tentang kesuksesan semata melainkan kamu harus menyayangi sesamamu, tidak menghina yang lebih rendah darimu dan menolonglah yang memerlukan tanpa membedakan dan mencari alasan”.

“Ibu mungkin keras padamu, Ibu mungkin cerewet padamu, tapi tahukah kenapa Ibu begitu? Ibu terlalu menyayangimu dan takut setelah kamu dewasa dan menikah, Ibu tidak bisa memperlakukanmu lagi seperti kecil dulu”.

“Sesabar apapun kamu, semenderita apapun kamu, jangan pernah kamu mengeluh. Jika kamu menganggap dirimu sudah cukup sabar dan menderita, maka kamu harus banyak belajar dari seorang calon mama yang SUPER sabar merawat bayinya apalagi ketika sakit”.

“Ibu memang memintamu memilih Wanita yang kaya, tetapi bukan berarti memilih yang kaya materi tapi tidak hati. Ibu juga tidak memintamu memilih Wanita yang miskin, karena seringkali yang miskin juga miskin hatinya. Tapi pilihlah yang kaya sabarnya, kaya imannya dan kaya hatinya”.

“Ingatlah, tidak ada ibu yang tidak pernah berdoa. Jangan mengira dia selalu cerewet dihadapanmu berarti dia tidak menyayangimu. Tahukah setelah kamu keluar dari pintu rumah, semua ibu tanpa terkecuali mendoakanmu dalam hatinya”.

“Sampai kapanpun kamu adalah tetap malaikat kecil bagi Ibu”.

“Ketika seorang ibu menanggis, percayalah, hatinya sudah sangat terluka. Dan percayalah, dia TIDAK SEDIKITPUN membencimu”.

“Ibu tahu kamu sakit ketika Ibu menghukummu, tapi tahukah sakit yang Ibu rasakan?”

“Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan Ibu”.

“Ibu tahu kamu sibuk dan Ibu tidak meminta apa-apa darimu, yang Ibu minta adalah sedikit waktumu walaupun semenit saja untuk mendengar suaramu hanya untuk mengetahui kamu baik-baik saja”. (Inilah kata-kata yang paling berkesan buatku T_T).


Sepurane buk, kalau aku banyak salah padamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar