Senin, 28 Oktober 2013
luna maya sek seneng Ariel Terus kapan nikah????
Luna Maya mengakui kalau saat ini sudah menganggap Ariel NOAH layaknya seorang kakak. Meski demikian, sepertinya rasa cintanya ke Ariel belum sepenuhnya hilang.
Hal itu terungkap saat gadis 30 tahun itu ditanyakan apakah masih ada kemungkinan untuk kembali menjalin hubungan serius seperti dahulu. Apa jawaban Luna?
"Namanya jodoh kita kan enggak pernah tahu ya. Kalau sekarang saya bilang begini, enggak tahu ke depannya bagaimana," kata Luna sambil tersenyum di Ancol, Jakarta Utara, Senin (21/10).
Kami sudah jadi sahabat ya. Maksudnya aku dan Ariel bisa (saling) cerita apa saja. Kaya dia cerita kehidupan dia, kaya aku cerita kehidupan aku," jelasnya.
Makanya meski sudah tidak memiliki hubungan yang spesial, Luna masih tetap menjaga tali silaturahmi dengan Ariel, walaupun sudah tidak intensif seperti dahulu. "Lancar sih enggak, bukan kemudian (komunikasi) setiap hari, tetapi bisa ngobrol apa aja. Misal hei apa kabar, kaya abang-adik," pungkasnya.
Himaprodi BPI Datangkan Juri E-Comp dari USA
Himpunan Mahasiswa Prodi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa Inggris sukses menggelar Jatim English Competition (E-comp) 2013 Kamis (24/10). Acara ini melibatkan Juri Tamu, Jameela dari negeri Paman Sam, USA, untuk babak Final Speech Contest dan English Teacher Fellowship yaitu Jennifer Kim, M.TESOL untuk seminar Integrasi Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Inggris.
Kegiatan ini didahului dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Syaiful Jazil, M.Ag dan secara resmi dibuka oleh Prof.Achwan Muhtarrom selaku perwakilan dari rektorat IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Penyelenggaraan Jatim E-comp 2013 tahun ini menjadi lebih istimewa karena tahun ini perlombaan dilaksanakan tidak hanya di lingkungan mahasiswa dan siswa SMA saja, namun Jatim E-comp 2013 juga mengadakan lomba bagi siswa SMP dan SD.
Selain itu, dengan mengadakan seleksi rayon, maka jumlah peserta yang mengikuti perlombaan kali ini jauh lebih banyak dan lebih berkualitas. Kategori perlombaan untuk kalangan mahasiswa adalah Bazaar Competition, sedangkan kompetisi yang di selenggarakan untuk tingkat pelajar adalah Speech Contest di tingkat SMA/MA se Jawa Timur dengan total jumlah peserta 200, English Olympiad di tingkat SMP/MTs se Jawa timur dengan jumlah peserta 450 dan Story Telling di tingkat SD/MI se Jawa Timur dengan jumlah peserta 80. Rayonisasi dilakukan serentak di empat titik yang merupakan kota-kota besar di Jawa Timur meliputi Surabaya (SMPN 13 Surabaya), Lamongan (SMPN 1 Babat), Kediri (MTsN 2 Kediri), dan Pamekasan(SMPN 2 Pamekasan) pada tanggal 20 Oktober 2013.
Selain beberapa kompetisi yang diadakan, panitia Jatim E-comp juga memberikan fasilitas bagi para guru pendamping peserta yakni Seminar Nasional. Seminar tersebut dihadiri oleh pembicara ahli yang berasal dari English Teacher Fellowship yaitu Jennifer Kim, M.TESOL yang membahas tentang integrasi budaya dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Dari total 730 peserta Speech Contest, English Olyimpiad, dan Story Telling, masing-masing diambil 5 pemenang yang terdiri dari Juara I, II , III, Harapan I, dan Harapan II. Berikut daftar nama pemenang Jatim English Competition 2013:
Daftar pemenang lomba Speech Contest Tingkat SMA/MA se Jawa Timur:
Juara I : Silvi Wulan Sari ( SMA Wachid Hasyim 2 Taman)
Juara II : Ali Ridlo ( SMA Nurul Jadid )
Juara III : Zainur Ratna Savitri ( SMA Unggulan DU 2 Al-Fattah Jombang )
Juara Harapan 1 : Tria Rahayuningtyas ( SMAN 1 Sidayu)
Juara Harapan II : Ika Novita Andriyani ( MAN 2 Gresik )
Daftar Pemenang English Olympiad tingkat SMP/MTs se Jawa Timur:
Juara I : M. Bagus Fathkur Ridlo ( Mts Negeri Nganjuk)
Juara II : Bella Sayyidatul Liulinnuha ( Mts Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik)
Juara III : Calcarina Nira Pramesthi ( SMPN 3 Sidoarjo )
Juara Harapan 1 : Amelia Asmarani ( SMPN 1 Lamongan)
Juara Harapan II : Ni Made Safira Maharani ( SMPN 1 Babat)
Daftar Pemenang Story Telling tingkat SD/MI se Jawa Timur:
Juara I : Almira Rizka Priandita ( SDN 2 Sukomulyo Gresik)
Juara II : Nur Fadhila Azzahra ( SD Irada “ Full Day Education”)
Juara III : Alfa Fakhrur Rizal Zaini ( SD Muhammadiyah 26 Surabaya )
Juara Harapan 1 : Nida Khofiya Firdausi (MIN Medokan Ayu Rungkut)
Juara Harapan II : Athiyya Putri Nararya ( SD Kauman 1 Malang )
Selain mendapatkan trofi, para pemenang juga mendapatkan Total hadiah Uang tabungan sebesar 10 JUTA rupiah dan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, Rizka Safriyani, M.Pd. dan Penanggung Jawab Jatim English Competition 2013 yakni Hilda Izzati Madjid, M.A dalam penutupan acara yang berlangsung meriah di Auditorium IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LPPM IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 18 – 20 Oktober 2013 kemaren mengadakan workshop Islam dan Gender dalam Pemberdayaan Masyarakat, di hotel Royal Tretes View, Tretes Pandaan Pasuruan. Dihadiri oleh Bapak Direktur Pendidikan Tinggi Islam ( DIKTIS) KEMENAG RI, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA yang memberikan pengarahan tentang urgensi perspektif gender dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat, pasca kebijakan Ortaker baru,
dimana Pusat Studi Gender dan Anak secara struktural telah setara dengan Pusat Penelitian dan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Menurutnya Pusat Studi Gender dikembangkan untuk optimalisasi seluruh potensi SDM bangsa menjadi bangsa yang maju, dan optimalisasi peran mereka dalam era bonus demografi di tahun 2040 ke depan. Diperlukan Eksplorasi tentang keunggulan pandangan, sikap, dan tradisi masyarakat muslim Indonesia yang merefleksikan keadilan gender, serta menjelaskan latar belakang sosio psikologis fenomena bias gender. Oleh karena itu kajian-kajian untuk merumuskan pola pembinaan dan penyiapan SDM bangsa yang tidak bias gender, dengan fokus peningkatan pengetahuan dan keahlian, serta penelitian-penelitian Research and Development dan juga model- model action research sangat penting.
Workshop ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari Wakil Dekan III, tim PSGA , dosen dan kelompok kerja (POKJA) SILE, dibuka oleh ketua LPPM IAIN Sunan Ampel Surabaya Dr.H.M.Fatoni Hasyim, MA. Menurut Ketua PSGA, Lilik Hamidah, M.Si output workshop ini bisa dicapai dengan baik, karena diakhir kegiatan telah terumuskan pola integrasi gener dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat (tim PSG).
guru kesayanganku membahas keilmuan di KPI
Pergulatan Keilmuan Dakwah Kpi
Luluk Fikri Zuhriyah (salah satu dosen kesayangan saya)
Dosen Fakultas Dakwah IAINSA
Dua hari mengikuti seminar nasional penguatan jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Konferensi International agama dan televisi di Indonesia: etika dan problematika dakwahtainment, di Yogyakarta, memperoleh banyak wawasan diantaranya adalah terkait dengan eksistensi keilmuan KPI, jejaring prodi KPI se Indonesia, dan inspirasi pengembangan jurnal prodi Komunikasi Islam milik KPI IAIN Sunan Ampel tercinta ini.
Pembahasan keilmuan KPI seolah tiada henti seiring dengan dinamika pembahasan persoalan dakwah sebagai ilmu. Sebab cikal bakal keilmuan KPI saling berkelindan dengan keilmuan dakwah. Beberapa orang yang masih menyangsikan dakwah sebagai sebuah ilmu, namun diakui atau tidak, bahwa dakwah telah diakui sebagai sebuah keilmuan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) tahun 1982. Tentunya pergulatan ini melalui proses yang cukup panjang dan memeras pikiran. Beberapa tahapan telah dilalui oleh dakwah untuk mendapatkan statusnya sebagai ilmu, yaitu tahap konvensional atau tradisonal, dimana dakwah hanyalah kegiatan kemanusiaan untuk mengajak orang berbuat baik. Kemudian tahap sistematis, dimana ia telah dikaji dalam forum seminar, diskusi ilmiah, sarasehan. Dan tahap ilmiah, yaitu dakwah telah tersusun sebagai ilmu yang memenuhi syarat-syarat objektif, metodik, dan sistematik, setelah melalui tahap sebelumya.
Proses perkembangan yang positif membuat ilmu dakwah semakin hari semakin established. Ini dapat dilihat dari tahun ke tahun ilmu dakwah mendapat sambutan dan pengakuan dari masyarakat, walaupun dari sisi usia keilmuan dakwah tegolong muda. Khusus untuk Indonesia, pengakuan ini pertama kali dapat dilihat dengan dibukanya jurusan dakwah pada fakultas yang berada dalam naungan PTAIN maupun PTAIS di seluruh Indonesia baik tingkat S1 mapun S2.
Demikian halnya dalam seminar ini, proses peneguhan eksistensi keilmuan dakwah KPI telah terjadi. Pembahasan seputar filosofi keilmuan KPI hangat disikusikan, sesekali ada kebingunan juga, namun yang penting menurut narasumber adalah “changing and changing”. Tidak apa-apa bingung, itulah hakikat proses sebuah keilmuan yang tidak pernah berhenti untuk difikirkan.
Salah satu hal penting yang dapat merefresh pikiran peserta seminar, adalah terkait dengan upaya penajaman keilmuan KPI. Keilmuan KPI menurut narasumber dari UGM, dapat dikupas melalui tiga domain kajian, pertama konteks keilmuan “ komunikasi” kedua, sub domain komunikasi yakni “penyiaran,” serta ketiga Islam sebagai warna nilai yang menjiwai dan memandunya. Penyiaran sendiri merupakan bentuk sub-bidang dalam proses komunikasi massa yang menggunakan media audio dan visual dengan implikasi yang spesifik dalam kaitan dengan efek pada audiencenya. Jika keduanya digabungkan, beberapa pertanyaan sentralnya adalah apakah memang kajian KPI dimaksudkan mengkaji domain komunikasi dengan tekanan spesifik lebih menyoroti kajian penyiaran? Ataukah dua-duanya menjadi fokus kajian dengan interest yang sama? Bagaimana nilai keislaman diinternalisasikan sebagai nilai inti dalam proses tersebut?
Inilah yang menjadi pemikiran kita bersama sebagai pemerhati KPI. Sebagai sebuah keilmuan, KPI yang kepanjangannya Komunikasi dan Penyiaran Islam menurut penulis, mengandung dua aspek yang sekaligus menunjukkan ranah kajiannya yaitu komunikasi dan penyiaran Islam. Komunikasi bila dikaitkan dengan keilmuan komunikasi meliputi beberapa level, dari interpersonal sampai kelompok. Penyiaran identik dengan komunikasi massa. Dengan demikian jika kita kembali pada obyek kajian dakwah yang juga merupakan realitas obyek kajian KPI yang terdiri dari subyek, mitra, pesan, media dan efek dakwah maka sub domain komunikasi interpersonal, kelompok dan massa, juga tidak dapat diabaikan dalam melihat realitas obyek kajian KPI. Internalisasi nilai keislamanpun harus nampak didalamnya.
Setuju atau tidak setuju, hal ini merupakan proses untuk meneguhkan KPI sebagai salah satu pembidangan keilmuan yang ada dalam keilmuan dakwah. Untuk itu sambil menyelam minum air, sambil tetap meneguhkan keilmuan dakwah KPI kita tingkatkan beberapa hal yang digunakan untuk meningkatkan eksistensi KPI, dengan mengembangkan konsentrasi, menunjukkan excellensinya, serta meningkatkan sarana prasarana untuk memajukannya. Beberapa Fakultas Dakwah PTAI, telah membuka konsentrasi yang beragam untuk mewujudkannya misalnya, konsentrasi public speaking, jurnalistik, broadcasting, public relations, berada dibawah naungan KPI.
Selain itu KPI telah mempunyai FORKOPIS (Forum Komunikasi dan Penyiaran Islam) sebagai wadah untuk komunikasi, akselerasi dan penguatan serta pemberdayaan Jurusan KPI yang dibentuk tahun 2008 dan dikukuhkan kembali tanggal 9 Oktober 2013. Forum ini mendedikasikan perhatiannya pada upaya memfasilitasi dan mengordinasikan Jurusan KPI se-Indonesia dalam pengembangan keilmuan dan profesi. Hal ini juga merupakan daya dukung terhadap eksistensi KPI.
Satu hal lagi, adalah dorongan adanya jurnal jurusan KPI terakreditasi. Jurnal Komunkasi Islam milik KPI IAIN Sunan Ampel Surabaya, disebut sebut sebagai jurnal yang dapat menuju kesana, karena tidak banyak jurusan KPI yang mempunyai jurnal ilmiah. Oleh karena itu salah satu penyunting ahli menginginkan agar Jurnal Komunikasi Islam bekerjasama dengan FORKOPIS dapat dilakukan sehingga mempunyai nilai lebih sekaligus menjadi tren pilihan penulis-penulis dakwah KPI menuangkan karyanya.
Untuk merealisasikan itu, tentu butuh dukungan dari pengelola dan pimpinan. Seminar tersebut cukup memberikan inspirasi bagi pengelola institusi terkait serta menjadi pencerahan bagi pemerhati dakwah. Semoga ke depan KPI lebih eksis dalam mengawal keilmuan dakwah serta menghasilkan outcomes yang berkualitas. Amin.
gis antropologis sangat penting untuk mengeksplore realitas Islam dan lebih memungkinkan kita untuk mendapatkan data secara holistik dan alamiah.
Minggu, 27 Oktober 2013
Kisah Cinta Shahrukh Khan dan Gauri, Romantis Banget!
Kisah Cinta Shahrukh Khan dan Gauri, Romantis Banget!
1. Pandangan Pertama
Shahrukh Khan dan Gauri pertama kali bertemu pada tahun 1984. Saat itu mereka masih berstatus sebagai pelajar sekolah. Hampir mirip adegan film India, mereka bertemu saat ada pesta dansa di sekolah.
Shahrukh Khan berada di sisi pria, dan Gauri di sisi wanita. Mereka diwajibkan untuk memilih pasangan untuk berdansa dan Shahrukh Khan memilih Gauri untuk menjadi pasangan dansanya.
Di situlah cinta Shahrukh Khan pertama kali bersemi. Shahrukh Khan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Gauri. Tetapi cinta masa muda itu tidak berjalan dengan mulus, kenapa?
2. Ditolak
Saat pesta dansa berlangsung, Shahrukh Khan yang sudah terpesona pada pandangan pertama, meminta tolong kepada seorang teman untuk menyampaikan pesan kepada Gauri. Intinya adalah meminta Gauri untuk berdansa dengannya.
Namun sayang, permintaan Shahrukh Khan ditolak oleh Gauri. Ia lebih memilih untuk berdansa dengan lelaki lain. Tetapi Shahrukh Khan tidak patah semangat...
3. Menipu
Tidak hanya menolak ajakan Shahrukh Khan untuk berdansa, Gauri juga berbohong kepada Shahrukh Khan apakah ia sudah punya pacar atau belum.
Karena tidak tertarik kepada Shahrukh Khan, Gauri menyatakan kalau ia sudah punya pacar dan sedang menunggu jemputan. Tapi, lagi-lagi Shahrukh Khan pantang menyerah.
Setelah dikorek-korek, sekian lama akhirnya ketahuan kalau ternyata yang selama ini dimaksud sebagai pacar oleh Gauri adalah kakak lelakinya.
Shahrukh Khan terus mendekati Gauri dan menyatakan kalau ia juga mau jadi kakak bagi Gauri. Sebuah langkah yang cukup jitu untuk menaklukkan hati sang pujaan.
4. Backstreet
Perjuangan Shahrukh Khan yang tidak kenal lelah, membuat Gauri luluh juga. Akhirnya ia menerima cinta Shahrukh Khan, namun mereka menutup hubungan itu dari publik.
Kisah cinta Gauri dan Shahrukh Khan tidak tercium oleh siapapun sampai lima tahun lamanya. Pasangan ini sangat rapi menyimpan kisah asmara keduanya.
Ada banyak alasan mengapa mereka menutup kisah asmara itu. Salah satunya adalah karena mereka takut ketahuan oleh kakak Gauri.
5. Tak Direstui
Bertahun-tahun menjalin cinta, menyembunyikan dari banyak orang, tetapi tetap ada yang harus dan wajib dihadapi. Ya, orang tua Gauri.Hubungan itu ditentang oleh orang tua Gauri karena mereka berbeda agama. Shahrukh Khan adalah seorang muslim, sementara Gauri beragama Hindu.
Pada awal bertemu dengan orang tua Gauri, Shahrukh Khan sempat mengaku beragama Hindu agar orang tua Gauri yang berasal dari kasta Brahmana menerimanya.
6. Luluh
Meyakinkan orang tua, apalagi jika perbedaan yang mereka hadapi adalah masalah prinsip, tentu bukan hal yang mudah. Namun Shahrukh Khan mencari dan terus mencari cara agar orang tua Gauri setuju dengan hubungan mereka.
Akhirnya, setelah bertahun-tahun, orang tua Gauri pun luluh dengan kegigihan Shahrukh Khan dalam mempertahankan cintanya kepada putri mereka. Mereka pun memberi restu kepada Shahrukh Khan untuk berhubungan dengan putrinya.
7. Posesif
Orang tua sudah setuju, jalan sudah mulus. Tetapi ternyata masalah belum selesai. Dan kali ini masalah datang dari Shahrukh Khan sendiri. Merasa sudah memiliki Gauri, Shahrukh Khan menjadi sangat protektif. Ia sangat posesif kepada Gauri, dan menjadi sensitif terhadap apapun yang Gauri lakukan.
Hal itu membuat Gauri merasa tertekan, dan ia memutuskan untuk 'istirahat' sejenak dari hubungannya. Dan Gauri memutuskan untuk pergi bersama teman-temannya tanpa berpamitan kepada Shahrukh Khan.
Tentu saja hal itu membuat Shahrukh Khan panik. Ia menceritakan kejadian itu kepada ibunya dan sang ibunda memberinya uang untuk mencari Gauri dan membawanya pulang.
Shahrukh Khan tahu bahwa Gauri suka pantai. Jadi ia mencari dari satu pantai, ke pantai yang lain. Sampai pada akhirnya ia menemukan Gauri di pantai Aksa.
Saat melihat kekasihnya datang, Gauri menangis, Shahrukh Khan pun menangis. Akhirnya Gauri menyadari betapa dalam cinta Shahrukh Khan kepada dirinya. Kejadian inilah yang membuat Gauri mantap untuk memilih Shahrukh Khan sebagai teman hidupnya.
8. Akhirnya...
Pernikahan mereka akhirnya digelar dan tidak ada ganjalan dari pihak keluarga. Pasangan ini menikah menggunakan tata cara Hindu pada 25 Oktober 1991.
Pernikahan yang sudah berjalan selama 22 tahun itu bukan tanpa hambatan. Shahrukh Khan pernah digosipkan terlibat affair dengan Priyanka Chopra, namun hal itu tidak menggoyahkan rumah tangganya bersama Gauri.
Pasangan ini pun sempat membuat geger publik karena memutuskan untuk memakai jasa ibu pengganti untuk proses kelahiran anak ketiga mereka, AbRam.
Lika-liku romantika Shahrukh Khan dan Gauri kini menjadi kisah cinta yang diteladani di India. Mereka adalah salah satu pasangan yang menjadi panutan karena berhasil bertahan selama puluhan tahun dan tetap mesra. Happy Anniversary SRK dan Gauri!
CANTIK PUNYA SEGALANYA KORUPSI
CANTIK PUNYA SEGALANYA KORUPSI kurang apa coba ??????
Angelina Sondakh (Angie), salah satu pelaku korupsi dari sekian banyak nama politisi yang tersandung kasus hukum karena uang. Tidak tanggung-tanggung, Angie langsung didakwa dengan dua kasus sekaligus yakni, kasus korupsi Kementerian Pendidik Nasional dan korupsi Wisma Atlet.
Angie tergolong pelaku korupsi yang berusia relatif muda. Mantan Putri Indonesia jebolan 2001 ini akhirnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 3 Februari 2012.
Istri dari mantan Almarhum Adjie Massaid ini terjun ke politik lewat Partai Demokrat. Dia berhasil masuk sebagai anggota DPR periode 2009-2014.
Karir politik wanita kelahiran 28 Desember 1977 ini terbilang cukup mulus. Angie menjadi sekretaris pemenangan dari Anas Urbaningrum saat kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu. Angie berada satu tim kala itu bersama terpidana korupsi Wisma Atlet, M Nazaruddin.
Dari sinilah karir politik Angie mulai melonjak. Saat Anas berhasil dan memenangkan kongres sehingga menjadi orang nomor satu di Demokrat, Angie langsung duduk di jabatan strategis DPP, yakni wakil sekretaris jenderal bersama loyalis Anas lainnya, Saan Mustopa.
Kedekatan dengan Anas sebagai ketua umum dan Nazaruddin sebagai bendahara umum ini memang membuat karir politik Angie melejit. Namun sayangnya, perkenalan ini juga yang membuat karir politik dara cantik asal Manado ini berakhir.
Pada akhirnya, kubu Anas mulai goyah ketika Nazaruddin diketahui menjadi makelar proyek di DPR. Nazar yang juga tergolong politisi muda ini pun ditetapkan sebagai tersangka yang sama dengan Angie, yakni korupsi Wisma Atlet.
Kasus ini yang membuat Angie terpuruk di politik, Nazar yang sudah ditangkap KPK, tak henti-hentinya menyerang Angie dan Anas Urbaningrum. Seolah tak ingin terjerembab sendiri, Nazar menyebut Angie juga ikut bermain dalam korupsi Wisma Atlet demi memenangkan Anas Urbaningrum dalam kongres 2010 lalu.
Akhirnya, KPK pun menetapkan Angie sebagai tersangka dan mendakwa Angei dengan pasal gratifikasi. Setelah menjalani pemeriksaan dan persidangan di pengadilan Tipikor, Majelis Hakim menuntut Angie karena terbukti menerima janji hadiah yang tercantum dalam Pasal 5 aAat 2, Pasal 11 atau Pasal 12 huruf A UU No 32 tahun 99. Serta menyatakan Angie terbukti menerima uang Rp 2,5 miliar dan USD 1,2 juta atau setara dengan Rp 14,5 miliar.
Angie terbukti menggiring anggaran poyek Wisma Atlet Sea Games di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mantan anggota Komisi X DPR ini akhirnya divonis 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 250 juta.
Setahun kemudian, Angie pun dipecat secara tidak hormat sebagai anggota DPR dan Politikus di partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
[dan]
Angelina Sondakh (Angie), salah satu pelaku korupsi dari sekian banyak nama politisi yang tersandung kasus hukum karena uang. Tidak tanggung-tanggung, Angie langsung didakwa dengan dua kasus sekaligus yakni, kasus korupsi Kementerian Pendidik Nasional dan korupsi Wisma Atlet.
Angie tergolong pelaku korupsi yang berusia relatif muda. Mantan Putri Indonesia jebolan 2001 ini akhirnya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 3 Februari 2012.
Istri dari mantan Almarhum Adjie Massaid ini terjun ke politik lewat Partai Demokrat. Dia berhasil masuk sebagai anggota DPR periode 2009-2014.
Karir politik wanita kelahiran 28 Desember 1977 ini terbilang cukup mulus. Angie menjadi sekretaris pemenangan dari Anas Urbaningrum saat kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 lalu. Angie berada satu tim kala itu bersama terpidana korupsi Wisma Atlet, M Nazaruddin.
Dari sinilah karir politik Angie mulai melonjak. Saat Anas berhasil dan memenangkan kongres sehingga menjadi orang nomor satu di Demokrat, Angie langsung duduk di jabatan strategis DPP, yakni wakil sekretaris jenderal bersama loyalis Anas lainnya, Saan Mustopa.
Kedekatan dengan Anas sebagai ketua umum dan Nazaruddin sebagai bendahara umum ini memang membuat karir politik Angie melejit. Namun sayangnya, perkenalan ini juga yang membuat karir politik dara cantik asal Manado ini berakhir.
Pada akhirnya, kubu Anas mulai goyah ketika Nazaruddin diketahui menjadi makelar proyek di DPR. Nazar yang juga tergolong politisi muda ini pun ditetapkan sebagai tersangka yang sama dengan Angie, yakni korupsi Wisma Atlet.
Kasus ini yang membuat Angie terpuruk di politik, Nazar yang sudah ditangkap KPK, tak henti-hentinya menyerang Angie dan Anas Urbaningrum. Seolah tak ingin terjerembab sendiri, Nazar menyebut Angie juga ikut bermain dalam korupsi Wisma Atlet demi memenangkan Anas Urbaningrum dalam kongres 2010 lalu.
Akhirnya, KPK pun menetapkan Angie sebagai tersangka dan mendakwa Angei dengan pasal gratifikasi. Setelah menjalani pemeriksaan dan persidangan di pengadilan Tipikor, Majelis Hakim menuntut Angie karena terbukti menerima janji hadiah yang tercantum dalam Pasal 5 aAat 2, Pasal 11 atau Pasal 12 huruf A UU No 32 tahun 99. Serta menyatakan Angie terbukti menerima uang Rp 2,5 miliar dan USD 1,2 juta atau setara dengan Rp 14,5 miliar.
Angie terbukti menggiring anggaran poyek Wisma Atlet Sea Games di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mantan anggota Komisi X DPR ini akhirnya divonis 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp 250 juta.
Setahun kemudian, Angie pun dipecat secara tidak hormat sebagai anggota DPR dan Politikus di partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
[dan]
Uang Bukan Segalanya
Jangan Biarkan Uang Mengontrol Kehidupan Anda
Pertanyaan: Anda yang menguasai uang atau uang yang menguasai Anda?
Pertanyaan dari Raymond ini menarik, sekaligus menggelitik. Bukan apa-apa, saat duduk di bangku sekolah, yang kita ketahui mengenai uang sebatas alat sah pembayaran. Nothing more, nothing less. Setidaknya, itu yang saya rasakan.
Sejatinya, makna uang lebih dari itu. Tak bisa dimungkiri, uang tidak akan pernah lepas dari sendi kehidupan manusia saat ini. Karena itu, saya memandang uang sebagai energi yang bisa menggerakkan begitu banyak hal. Baik positif maupun negatif, tergantung bagaimana kita memperlakukannya.
Dengan begitu, uang sebenarnya merupakan hasil dari apa yang kita pikirkan, seperti halnya kesehatan atau kecantikan. Sering kali orang mengatakan “sakit itu datang dari pikiran”, maka begitu pula halnya dengan kemiskinan! Apa yang kita pikirkan, akan menimbulkan beragam perasaan. Selanjutnya, menentukan apa yang kita lakukan (action). Aksi ini merupakan penentu hasil yang terlihat dan terasa oleh kita.
Dengan begitu, menjadi penting untuk mengetahui apa sebetulnya yang Anda inginkan untuk saat ini dan masa depan. Pikiran-pikaran kita terhadap uang otomatis akan mempengaruhi kemampuan kita dalam mengelola keuangan.
Pikiran yang positif akan membawa pada perilaku pengelolaan uang yang positif. Sebaliknya, pikiran negatif membawa kepada kekacauan finansial.
Contohnya, saat Anda berpikir Anda tidak akan memiliki keamanan finansial saat pensiun. Anda akan menyerah, bahkan sebelum mencoba.
Namun, bila Anda selalu terbuka untuk melakukan berbagai perubahan kebiasaan finansial, suatu hari Anda akan berada pada titik sukses mengelola uang. Pilihan mana yang ingin Anda ambil?
Kesempatan untuk mengubah kondisi finansial Anda adalah sekarang. Saat Anda membaca artikel ini yang mungkin mempengaruhi kehidupan finansial Anda selamanya.
Remember, money is the result of your own thoughts! Ingat pula, kekayaan yang kita dapatkan selama ini dibatasi oleh pemikiran dan apa yang kita lakukan. Kalau Anda ingin mendapatkan lebih, tinggikan standar kehidupan Anda. Lakukanlah sesuatu yang lebih dari apa yang sudah Anda lakukan selama ini.
Apabila Anda tidak melakukan perubahan terhadap diri Anda, tidak akan terjadi perubahan apa pun dalam kehidupan Anda. Jangan menjadi orang yang biasa-biasa saja. Menjadi biasa akan membuat hidup Anda biasa pula, seperti orang kebanyakan. Uang akan mengikuti sikap dan pola pikir Anda.
Kesimpulannya, dalam hal apa pun, terlebih terhadap uang, kita yang harus memegang kontrol penuh. Apabila saat ini Anda masih bekerja untuk uang, buatlah sebuah rencana agar suatu hari uang yang akan bekerja untuk Anda!
By: abil
Label:
nasehat
Lokasi:
Surabaya, East Java, Indonesia
Jumat, 25 Oktober 2013
Sosok Seorang Ibu Sebenarnya
“Ibu mana yang tidak ingin putra-putrinya berhasil kelak. Bisa bercerita tentang kesuksesan anaknya dan membanggakan anaknya. Tetapi, apa yang ibu minta sedari kamu masih dalam perut bukanlah tentang kesuksesan semata melainkan kamu harus menyayangi sesamamu, tidak menghina yang lebih rendah darimu dan menolonglah yang memerlukan tanpa membedakan dan mencari alasan”.
“Ibu mungkin keras padamu, Ibu mungkin cerewet padamu, tapi tahukah kenapa Ibu begitu? Ibu terlalu menyayangimu dan takut setelah kamu dewasa dan menikah, Ibu tidak bisa memperlakukanmu lagi seperti kecil dulu”.
“Sesabar apapun kamu, semenderita apapun kamu, jangan pernah kamu mengeluh. Jika kamu menganggap dirimu sudah cukup sabar dan menderita, maka kamu harus banyak belajar dari seorang calon mama yang SUPER sabar merawat bayinya apalagi ketika sakit”.
“Ibu memang memintamu memilih Wanita yang kaya, tetapi bukan berarti memilih yang kaya materi tapi tidak hati. Ibu juga tidak memintamu memilih Wanita yang miskin, karena seringkali yang miskin juga miskin hatinya. Tapi pilihlah yang kaya sabarnya, kaya imannya dan kaya hatinya”.
“Ingatlah, tidak ada ibu yang tidak pernah berdoa. Jangan mengira dia selalu cerewet dihadapanmu berarti dia tidak menyayangimu. Tahukah setelah kamu keluar dari pintu rumah, semua ibu tanpa terkecuali mendoakanmu dalam hatinya”.
“Sampai kapanpun kamu adalah tetap malaikat kecil bagi Ibu”.
“Ketika seorang ibu menanggis, percayalah, hatinya sudah sangat terluka. Dan percayalah, dia TIDAK SEDIKITPUN membencimu”.
“Ibu tahu kamu sakit ketika Ibu menghukummu, tapi tahukah sakit yang Ibu rasakan?”
“Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan Ibu”.
“Ibu tahu kamu sibuk dan Ibu tidak meminta apa-apa darimu, yang Ibu minta adalah sedikit waktumu walaupun semenit saja untuk mendengar suaramu hanya untuk mengetahui kamu baik-baik saja”. (Inilah kata-kata yang paling berkesan buatku T_T).
Sepurane buk, kalau aku banyak salah padamu
Jelang El Clasico, Ronaldo Siapkan Sepatu Khusus
Jelang laga El Clasico menghadapi Barcelona di La Liga, Cristiano Ronaldo ternyata memiliki persiapan khusus. Sang megabintang bakal mengenakan sepatu anyar bertajuk Mercurial IX CR7 Galaxy.
Sepatu yang diproduksi dan didesain oleh apparel olahraga kenamaan asal Amerika Serikat tersebut memiliki aksen krom yang mengkilat, sesuai dengan tema yang digunakan
Ronaldo baru-baru ini mengunggah foto yang menunjukkan dirinya tengah membuka sepatu spesial tersebut untuk kali pertama. Ia kemudian meminta pendapat fans akan perlengkapan anyarnya itu.
Berikut video yang menunjukkan bagaimana detil dari sepatu anyar Ronaldo tersebut.
Bagaimana Menurut Anda
Apakah yang Akan di Lakukan Si Lionel Messi ???????
"Nasib Anak Jalanan dan Nasib Pejabat di Indonesia"
" Mawar Biru"
Pahit pedih hidup yang mereka jalani….
Sakit pilu langkah yang mereka tempuhi…
Hanya untuk mencari sesuap nasi…
Hanya untuk mencari kebahagiaan hakiki….
Rasa malu tak mereka pedulikan lagi….
Caci maki tak mereka hiraukan lagi…
Demi menyambung hidup ini…
Debu jalanan pun menjadi teman sejati…
Mereka…
Tetap sabar meskipun langkah ini sakit…
Tetap berjuang meskipun hidup ini sulit…
Peluh keringat menjadi bukti….
Dari mobil ke mobil….
Mereka sumbang kan suara…
Mengharap kan ada yang sudi mendengarkannya
Mengharap kan ada yang sudi mengasihinya…
Ya…,
Mereka adalah kumpulan anak jalanan
Yang hidup berteman tempuran debu…
Yang hidup bertaruhkan nyawa….
Sekolah dan bangku pendidikan…
Adalah mimpi semu bagi mereka…
Prestasi adalah ilusi yang tak mungkin bagi mereka…
Yang ada hanya bagaimana menyambung hidup yang pilu ini….
Ya…Allah…Ya…Robbi….
Tabahkanlah hati mereka….
Dengarkanlah doa dan curahan hati mereka
Karena mereka juga manusia yang sempurna
Ya…Allah…Ya..Robbi….
Lindungilah mereka…, cintailah mereka
Sebagaimana engkau mencintaiku didalam ridhomu….
masa depan mereka masih panjang y rob. . . .
apakah masa depan mereka akan terbuang sia - sia cuma gara2 ego pemimmpin2 kita yang ingin memperkaya kepribadian diri mereka sendiri
Sabtu, 26 Oktober 2013
"Derita Anak Jalanan"
Sakit pilu langkah yang mereka tempuhi…
Hanya untuk mencari sesuap nasi…
Hanya untuk mencari kebahagiaan hakiki….
Rasa malu tak mereka pedulikan lagi….
Caci maki tak mereka hiraukan lagi…
Demi menyambung hidup ini…
Debu jalanan pun menjadi teman sejati…
Mereka…
Tetap sabar meskipun langkah ini sakit…
Tetap berjuang meskipun hidup ini sulit…
Peluh keringat menjadi bukti….
Dari mobil ke mobil….
Mereka sumbang kan suara…
Mengharap kan ada yang sudi mendengarkannya
Mengharap kan ada yang sudi mengasihinya…
Ya…,
Mereka adalah kumpulan anak jalanan
Yang hidup berteman tempuran debu…
Yang hidup bertaruhkan nyawa….
Sekolah dan bangku pendidikan…
Adalah mimpi semu bagi mereka…
Prestasi adalah ilusi yang tak mungkin bagi mereka…
Yang ada hanya bagaimana menyambung hidup yang pilu ini….
Ya…Allah…Ya…Robbi….
Tabahkanlah hati mereka….
Dengarkanlah doa dan curahan hati mereka
Karena mereka juga manusia yang sempurna
Ya…Allah…Ya..Robbi….
Lindungilah mereka…, cintailah mereka
Sebagaimana engkau mencintaiku didalam ridhomu….
masa depan mereka masih panjang y rob. . . .
apakah masa depan mereka akan terbuang sia - sia cuma gara2 ego pemimmpin2 kita yang ingin memperkaya kepribadian diri mereka sendiri
Sabtu, 19 Oktober 2013
Gayus Tambunan dapat potongan hukuman di penjara
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia memberikan remisi khusus hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah kepada 54.396 orang narapidana di seluruh lembaga pemasyarakatan di Indonesia, termasuk terpidana korupsi pajak Gayus Tambunan.
"Menurut catatan yang sudah selesai diproses, memenuhi syarat mendapat remisi Hari Idul Fitri sesuai dengan UU No.12 tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah No.28 tahun 2006 ada 54.396 orang dari seluruh narapidana berjumlah 163.147 orang," kata Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, di Jakarta, Selasa.
Narapidana yang memperoleh pengurangan hukuman tersebut terdiri atas penerima Remisi Khusus I yang masih menjalani hukuman pidana sejumlah 53.555 orang dan penerima Remisi Khusus II sebanyak 841 orang yaitu mereka yang langsung bebas.
Penerima remisi tersebut mendapat pengurangan hukuman secara beragam, untuk Remisi Khusus I yaitu 15 hari (14.785 orang), 1 bulan (34.302 orang), 1 bulan 15 hari (3.415) dan 2 bulan (1.053).
Sedangkan mereka yang mendapatkan Remisi Khusus II yang langsung bebas karena mendapatkan pengurangan masa hukuman 15 hari (386 orang), 1 bulan (405 orang), 1 bulan 15 hari (34 orang) dan 2 bulan (16 orang).
Sedangkan pelaksanaan tugas harian Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Bambang Krisbanu, menjelaskan bahwa salah satu terpidana yang mendapatkan remisi khusus adalah terpidana korupsi pajak Gayus Tambunan.
"Gayus dapat," kata Bambang saat ditanya mengenai penerima remisi khusus.
Namun, ia tidak menjelaskan berapa pengurangan masa tahanan yang diperoleh oleh mantan pegawai Ditjen Pajak yang selama ini mendekam di Lembaga Pemasyrakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat tersebut. "Nanti saja," ungkap Bambang singkat.
Jeritan Anak Punk: Apa Salah Kami!

Anak Punk: Apa Salah Kami!
Kami hidup di alam kami. Kami tidak pernah mengganggu kalian, dan kami juga hidup tidak meminta bantuan kalian, kami makan dengan cara kami, lalu mengapa kalian memusuhi dan selalu menghina kami. Seolah-olah, kami anjing kurap yang harus dibasmi!
Anak punk, punky group, anak gaul, anak nge-punk atau sejenisnya. Siapa yang tidak mengenal mereka. Sekelompok anak muda dengan tampilan yang berbeda. Rambut bergarna, anting-anting yang nyaris menghiasi seluruh tubuh, seperti lidah, bibir hingga hidung, tampil eksentrik dengan penuh percaya diri, tidak peduli kehadiran mereka yang “aneh” itu terkadang dibenci oleh masyarakat disekitarnya.
Anak punk, merupakan sebuah indentitas anak-anak muda yang ingin diperhatikan, ingin diakui dan mendapat “tempat” dihati masyarakat.
Namun sayang, rasa ingin diperhatikan ini justru dipandang lain oleh sebagian kita yang katanya memiliki toleransi dan saling menghargai.
Mari kita lihat kehidupan mereka, tidur tak ber-alaskan langit, dan singgah dimanapun tempat yang dapat disinggahi untuk dapat berteduh dari teriknya matahari, derasnya air hujan dan tidak sedikit mereka mencari tempat untuk berlindung dari kejaran masyarakat.
Tapi mereka tetap bertahan dengan kemampuan mereka. Di Aceh, saya sempat melihat bagaimana mereka mengamen untuk mencari sesuap nasi agar terhindar dari tindakan kriminal.
“Dari pada dicuri, lalu ditangkap polisi, mending kami ngamen walau terkadang orang berlari melihat kami,” kata salah seorang anak punk, saat saya tanyakan perihal aktifitas mereka di bulan suci Ramadhan, tahun lalu.
Saya pribadi senang mendengar jawaban tersebut. Saya Bangga, karena mereka juga memiliki harga diri dari pada harus mengemis tidak di jalan-jalan.
Memang, harus diakui, imej anak punk yang selama ini tersemat sebagai anak berandal, beringas, kotor, penjahat jalanan hingga anak-anak buangan masih susah terkikis dari OTAK masyarakat kita.
Walau ada pemberitaan tentang pembunuhan, pencurian dan kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak punk, sebenarnya, apa yang mereka lakukan sangatlah kecil persentasenya bila dibandingkan kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat umum.
Justru, pelaku pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, lebih banyak dilakukan oleh manusia-manusia yang katanya lebih baik dari anak-anak punk.
Mau bukti, coba cek pemberitaan di media massa, setiap harinya ada pembunuhan, pemerkosaan, pencuriaan hingga kejahatan sadis lainnya. Tapi, dari semua pemberitaan itu, berapa persenkah kejahatan-kejahatan itu dilakukan oleh anak-anak punk?
Masyarakat kita sudah SOK SUCI dengan mengatakan anak-anak punk adalah sampah masyarakat.
Bahkan tidak sedikit, masyarakat kita berkata : “Tolong bersihkan kota ini dari anak-anak berandal seperti anak punk. Kehadiran mereka merusak kenyamanan dan menggangu pemandangan!”.
Pernyataan diatas, bahkan, tidak sedikit keluar dari mulut para intelektual, manusia bertitel ustad atau ketua agama lainnya, bahkan oleh pejabat-pejabat negeri ini. Mereka seolah sudah berasa paling bersih dibanding anak-anak punk.
Di Aceh, kekesalan saya semakin bertambah saat seorang teman berkata : “Kehadiran anak-anak punk adalah perusak Aceh dan dibayar untuk merusak syariat Islam di Aceh”.
Sebuah pernyataan yang sangat memalukan dan menyakitkan.
Sekarang, mari kita tanya hati kita, sejauh mana mereka mengganggu kita? sejauh mana mereka menyusahkan kita? justru kitalah biang perusak kehidupan mereka.
Anak-anak punk, merupakan sebuah sikap atas anak-anak muda yang menginginkan pengakuan terhadap status mereka. Mereka hadir sebagai anak punk pun bukanlah lahir atas sendirinya. Tapi mereka hadir dan lahir atas sikap masyarakat kita, atas sikap keluarga yang bersikap zalim terhadap kehidupan mereka, sehingga mereka mencari “peralihan” cara agar mereka bisa bertahan hidup.
Lingkungan telah merubah mereka. Kehajatan rumah tangga (KDRT), ketidakadilan dalam kehidupan masyarakat dan kezaliman lainnya yang mereka lihat dan mereka rasakan langsung. DAN PAHAMKAH KITA AKAN INI!
Di Aceh, bahkan, anak-anak punk pun ditangkap dan digunduli. Mereka di bina oleh kepolisian.
Partanyaan saya, mengapa mereka ditangkap, mengapa mereka digunduli? apa salah mereka? Karena, tidak sedikit dari mereka juga menjalankan shalat lima waktu, menjalankan puasa ramadhan, dan pastinya, ANAK PUNK TIDAK PERNAH KORUPSI!
Mereka ditangkap karena alasan masyarakat tidak nyaman atas kehadiran mereka.
Mengapa bukan kita, masyarakat, yang membina mereka dengan berbagai kegiatan. Membina mereka dengan aktifitas yang lebih bermanfaat. Bukan harus ditangkap dan digunduli. Seolah-olah mereka adalah penjahat yang harus dihabisi.
Bisa jadi, kita, masyarakat yang menuduh mereka anak-anak “rusak” justru lebih rusak dari anak-anak punk itu sendiri. Bahkan, para penangkap anak-anak punk itu, belum tentu mereka melaksanakan shalat lima waktu. Dan belum tentu tidak melakukan korupsi di kantornya.
Mari tanyakan hati kita!
catatan hidupku
Setiap gerakmu adalah catatan dan cerita yg tak lekang oleh waktu
kemarin kita bertemu, hari ini seribu puisi terbenam dalam memori hati
Sungguhkah ini anugrah...???
membiarkan anganku terus menulis apapun tentangmu..??
Seindah senjah berselimut mendung...
seindah itu pula rasa yg bersemanyang di dalam dadaku...
aku tak mampu, dan tak akan pernah mampu...
untuk menyembunyikan kebahagiaanku saat bersamamu...
Andai saja aku mengenalmu dari awal, tentu kebersamaan ini
tak berawal hari ini... :)
Label:
nasehat
Lokasi:
Surabaya, East Java, Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)





















